jam
Rabu, 07 November 2012
tentang AKU dan IAID
awal pertama masuk iaid, awalnya malu dan g percaya dirii karena awal masuk sebuah fakultas dan tidak di antar sama teman pokonya hampir gagal karena gensi v karena keinginan yang kuat untuk belajar alhmduliah alloh memberikan ku jalan tuk sekolah, awal test, yang buat ku malu dan pasti tiap ada moment yang berkesan pasti membuat ku salting, seblum test q sudah persiapkan jauh-jauh hari sepatu buat ntar kuliah. tapi pas saya pake dan baru saja di pake karena mungkin fakultasnya di daerah gunung maka q harus naik bukit, sampai-sampai sepatu ku copot, pas tets, test pun tak karuan sudah flu+ batuk dan sepatu rusak, ya jalan satu-satunya adalah asal ngisi, dan pas bawa lembar pengumuman pun agak tidak yakin, pas tamada, beranjak dari sebuah pengalaman yang telah terlewati. q mulai menpersiapkan segala kemungkinan dan persiapan, kali-kali ini jua yang ku anggap vuma 1 hari meninap ternyata 3 harii, baju cuma bawa untuk persyatan doak tak da yang lain. bingung lagii disana,
setelah beres tamada masalah yang kuhadapi bukan lagi sepatu atau baju tapi, tempat tinggal karena jarak antara rumah dan kampus yang jauh yang tak memungkinkan q tuk pulang pergi karena itu sangat mengurat tenaga bahkan dompet pun bisa-bisa ludes jua. tapi dengan usaha kerja keras, alhmdulilah menemukannya.
hari pertama kuliah pun dimulai, q pun tak punya temen karena q orang yang sulit bersosialisi dengan yang lain dan tak ada temen sekelas yang kenal dengan ku yang saat itu sekelas dengan ku, dan terpaksa q kemana-mana sendiriian ....
tak terasa semester 1 sudah telewat kelas puun di pecah jadi 2, A dan B emang sedih awalnya tapi lama-lama g'. karena sedikit orang-orangnya jadii rasa kekeluargannya terasa begitu dalam, apalagi masalah contek-mencotek, rasa solideritasnya terasa bangdtttt.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar